Zat Anorganik yang juga dibutuhkan tubuh

Kita sudah melihat zat-zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh. Ternyata ada juga zat-zat anorganik yang juga dibutuhkan tubuh! meskipun tidak sepenting zat-zat seperti karbohidrat, protein dan lemak, zat-zat anorganik pun tetap dibutuhkan tubuh dalam jumlah yang bervariasi. Zat-zat itu antara lain mineral dan air

A. Mineral

Berbagai unsur anorganik (mineral) terdapat dalam bahan biologi, tetapi tidak atau belum semua mineral tersebut terbukti esensial, sehingga ada mineral esensial dan nonesensial. Mineral esensial yaitu mineral yang sangat diperlukan dalam proses fisiologis makhluk hidup untuk membantu kerja enzim atau pembentukan organ. Unsur-unsur mineral esensial dalam tubuh terdiri atas dua golongan, yaitu mineral makro dan mineral mikro. Mineral makro diperlukan untuk membentuk komponen organ di dalam tubuh. Mineral mikro yaitu mineral yang diperlukan dalam jumlah sangat sedikit dan umumnya terdapat dalam jaringan dengan konsentrasi sangat kecil. Mineral nonesensial adalah logam yang perannya dalam tubuh makhluk hidup belum diketahui dan kandungannya dalam jaringan sangat kecil. Bila kandungannya tinggi dapat merusak organ tubuh makhluk hidup yang bersangkutan. Di samping mengakibatkan keracunan, logam juga dapat menyebabkan penyakit defisiensi.

KLASIFIKASI

1. Makro elemen (major mineral)

– essensial, makro mineral

– Ca, P, Mg,Na, K, S, Cl

2. Trace elemen (trace mineral)

– essensial, mikro mineral

– Fe, Co, Cu, I, Zn, Mn, Mo

3. Elemen yang terdapat dalam tubuh

– nonesensial

– Al, Bo,Sr, Se, Va, As

4. Elemen yang terdapat dalam tubuh o.k. kontaminasi

nonesensial

– Pb, Br, Ni, Ag, Au

Tabel 1. Nutrisi mineral esensial dan jumlahnya dalam tubuh MANUSIA.

Mineral makro

g/kg

Mineral mikro

mg/kg

Kalsium (Ca)

15

Besi (Fe)

20-80

Fosforus (P)

10

Seng (Zn)

10-50

Kalium (K)

2

Tembaga (Cu)

1-5

Natrium (Na)

1,6

Molibdenum (Mo)

1-4

Klorin (Cl)

1,1

Selenium (Se)

1-2

Sulfur (S)

1,5

Iodin (I)

0,3-0,6

Magnesium (Mg)

0,4

Mangan (Mn)

0,2-0,6

Sumber: McDonald et al. (1988)

Fungsi dari mineral:

1. Bahan pembentuk tulang dan gigi.

– Ca,P

2. Pengatur fungsi tubuh.

– berperan dalam pembentukan coenzim, enzim dan hormon.

– Fe, Mg, P, I

3. Pembentuk garam dalam cairan tubuh.

– Na, K, Cl


B. Air

Selain mineral, air juga merupakan zat anorganik. Meskipun terdengar sepele, air juga merupakan salah satu komponen penyusun terpenting dalam tubuh kita. 70% tubuh kita tersusun atas air, dan 60% berat badan kita merupakan kandungan air. Cairan tubuh pun seperti keringat, urin, darah dan saliva tersusun atas air. Seorang manusia dapat hidup dua bulan tanpa makan, tetapi tidak dapat hidup lebih dari beberapa hari tanpa minuman.

Mengapa air sangat penting dalam kehidupan manusia?

1. Air merupakan pelarut hampir semua senyawa-senyawa yang diperlukan tubuh

2. Air merupakan tempat berlangsungnya semua proses metabolisme atau reaksi kimia di dalam tubuh

3. Air merupakan sarana transportasi

4. Air merupakan sarana homerostasis suhu tubuh

Air dapat kita peroleh dari sayur-sayuran dan buah-buahan yang kita konsumsi setiap hari.

Kekurangan air, dapat menyebabkan dehidrasi yang dapat berakibat kematian. Kebutuhan air bagi orang dewasa adalah sekitar 8 gelas perhari atau sekitar 2 liter. Kelebihan air tidak berakibat negatif, Kelebihan air, akan dikeluarkan melalui urin.



Tabel 1. Nutrisi mineral esensial dan jumlahnya dalam tubuh hewan.
Mineral makro
g/kg
Mineral mikro
mg/kg
Kalsium (Ca)
15
Besi (Fe)
20−80
Fosforus (P)
10
Seng (Zn)
10−50
Kalium (K)
2
Tembaga (Cu)
1−5
Natrium (Na)
1,60
Molibdenum (Mo)
1−4
Klorin (Cl)
1,10
Selenium (Se)
1−2
Sulfur (S)
1,50
Iodin (I)
0,30−0,60
Magnesium (Mg)
0,40
Mangan (Mn)
0,20−0,60
Kobalt (Co)
0,02−0,10
Sumber: McDonald et al. (1988).

Zat-zat organik yang dibutuhkan tubuh

Seperti yang sudah di beritahu sebelumnya, zat-zat yang dibutuhkan tubuh ada 6, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Di sini kami akan menjelaskan deskripsi masing-masing zat yang termasuk senyawa organik terlebih dahulu. Ada karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin.

A. Karbohidrat

Berdasarkan jumlah rantai penyusunnya, karbohidrat dapat dibedakan menjadi monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

Monosakarida tersusun atas satu unit molekul gula.Monosakarida dibedakan menjadi aldosa dan ketosa. Contoh dari aldosa yaitu glukosa dan galaktosa. Contoh ketosa yaitu fruktosa. Disakarida tersusun atas dua unit molekul gula. Contohnya adalah maltosa yang terbentuk dari dua molekul glukosa, sukrosa / gula tebu yang terbentuk dari 1 molekul glukosa dan 1 molekul fruktosa, dan laktosa / gula susu yang terbentuk dari 1 molekul galaktosa dan 1 molekul glukosa. Sedangkan polisakarida tersusun atas banyak rantai monosakarida. Contohnya adalah pati / amilum yang tersusun atas banyak rantai molekul glukosa.

3 karbohidrat terpenting adalah amilum, sukrosa, dan selulosa bisa kita temukan dalam makanan. Amilum atau pati adalah zat tepung ada dalam makanan pokok. Sukrosa adalah disakarida yang manis. Sementara selulosa adalah serat kasar yang merupakan komponen dinding sel tumbuhan. Tetapi, ada satu karbohidrat yang paling penting bagi sel tubuh manusia, yaitu glukosa.

Fungsi karbohidrat antara lain sumber energi utama tubuh, bahan baku penyusun senyawa lain, bahan baku penyusun komponen sel, dalam bentuk selulosa, karbohidrat bergunan untuk proses pencernaan makanan. Kalian dapat mendapatkan karbohidrat dengan mengkonsumsi makanan seperti beras, jagung, gandum, ubi kayu atau singkong, ketela rambat, kentang, dan buah-buahan manis dan minuman manis. Tentunya kalian harus memasaknya terlebih dahulu apabila seperti beras, jagung, gandum, singkong yang memang masih belum bisa dimakan pada awalnya.🙂

B. Protein

Tersusun atas polimer yang berupa asam amino.  Ada 20 jenis asam amino penyusun protein tubuh manusia. 10 merupakan asam amino esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial tidak dapat dibuat di dalam tubuh manusia sedangkan asam amino nonesensial dapat dibuat di dalam tubuh manusia.

Asam amino esensial Asam amino nonesensial T Treonin Prolin P T Triptofan Tirosin T H Histidin Glutamin G A Arginin Glisin G L Lisin Sistin S L Leusin Serin S I Isoleusin Alanin A M Metionin Asparagin A V Valin Asam asparat A P Phenilalanine Asam glutamat A

NB : huruf depan masing-masing hanya untuk saran agar lebih mudah dalam menghapal (apabila kalian ingin menghapalnya)😉

Fungsi protein bagi tubuh adalah sebagai enzim, molekul pengangkut (hemoglobin), penyusun komponen sel (aktin dan miosin), alat pertahanan tubuh (antibodi), alat pengatur fungsi fisiologis (hormon), dan cadangan nutrisi (kasein). Sumber protein kita dapat temukan dalam banyak sumber. Ada 2 sumber, yaitu sumber protein nabati dan hewani. Contoh sumber protein hewani yaitu daging, telur, ikan, susu, udang, kepiting, dan kerang. Contoh sumber protein nabati adalah kacang tanah, kedelai, jagung, kelapa , tempe, dan tahu.

C. Vitamin

Vitamin adalah suatu zat senyawa kompleks yang sangat dibutuhkan oleh tubuh kita yang berfungsi untuk mambantu pengaturan atau proses kegiatan tubuh. Tanpa vitamin manusia, hewan dan makhluk hidup lainnya tidak akan dapat melakukan aktifitas hidup dan kekurangan vitamin dapat menyebabkan memperbesar peluang terkena penyakit pada tubuh kita.

Vitamin berdasarkan kelarutannya di dalam air :
– Vitamin yang larut di dalam air : Vitamin B dan Vitamin C
– Vitamin yang tidak larut di dalam air : Vitamin A, D, E, dan K atau disingkat Vitamin ADEK.

1. Vitamin A
– sumber vitamin A =
susu, ikan, sayuran berwarna hijau dan kuning, hati, buah-buahan warna merah dan kuning (cabe merah, wortel, pisang, pepaya, dan lain-lain)
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin A =
rabun senja, katarak, infeksi saluran pernapasan, menurunnya daya tahan tubuh, kulit yang tidak sehat, dan lain-lain.

2. Vitamin B1
– sumber yang mengandung vitamin B1 =
gandum, daging, susu, kacang hijau, ragi, beras, telur, dan sebagainya
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B1 =
kulit kering/kusik/busik, kulit bersisik, daya tahan tubuh berkurang.

3. Vitamin B2
– sumber yang mengandung vitamin B2 =
sayur-sayuran segar, kacang kedelai, kuning telur, susu, dan banyak lagi lainnya.
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B2 =
turunnya daya tahan tubuh, kilit kering bersisik, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan, dan sebagainya.

4. Vitamin B3
– sumber yang mengandung vitamin B3 =
buah-buahan, gandum, ragi, hati, ikan, ginjal, kentang manis, daging unggas dan sebagainya
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B3 =
terganggunya sistem pencernaan, otot mudah keram dan kejang, insomnia, bedan lemas, mudah muntah dan mual-mual, dan lain-lain

5. Vitamin B5
– sumber yang mengandung vitamin B5 =
daging, susu, sayur mayur hijau, ginjal, hati, kacang ijo, dan banyak lagi yang lain.
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B5 =
otot mudah menjadi kram, sulit tidur, kulit pecah-pecah dan bersisik, dan lain-lain

6. Vitamin B6
– sumber yang mengandung vitamin B6 =
kacang-kacangan, jagung, beras, hati, ikan, beras tumbuk, ragi, daging, dan lain-lain.
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B6 =
pelagra alias kulit pecah-pecah, keram pada otot, insomnia atau sulit tidur, dan banyak lagi lainnya.

7. Vitamin B12
– sumber yang mengandung vitamin B12 =
telur, hati, daging, dan lainnya
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin B12 =
kurang darah atau anemia, gampang capek/lelah/lesu/lemes/lemas, penyakit pada kulit, dan sebagainya

8. Vitamin C
– sumber yang mengandung vitamin C =
jambu klutuk atau jambu batu, jeruk, tomat, nanas, sayur segar, dan lain sebagainya
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin C =
mudah infeksi pada luka, gusi berdarah, rasa nyeri pada persendian, dan lain-lain

9. Vitamin D
– sumber yang mengandung vitamin D =
minyak ikan, susu, telur, keju, dan lain-lain
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin D =
gigi akan lebih mudah rusak, otok bisa mengalami kejang-kejang, pertumbuhan tulang tidak normal yang biasanya betis kaki akan membentuk huruf O atau X.

10. Vitamin E
– sumber yang mengandung vitamin E =
ikan, ayam, kuning telur, kecambah, ragi, minyak tumbuh-tumbuhan, havermut, dsb
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin E =
bisa mandul baik pria maupun wanita, gangguan syaraf dan otot, dll

11. Vitamin K
– sumber yang mengandung vitamin K =
susu, kuning telur, sayuran segar, dkk
– Penyakit yang ditimbulkan akibat kekurangan vitamin K =
darah sulit membeku bila terluka/berdarah/luka/pendarahan, pendarahan di dalam tubuh, dan sebagainya.

D. Lemak

Lemak, disebut juga lipid, adalah suatu zat yang kaya akan energi, berfungsi sebagai sumber energi yang utama untuk proses metabolisme tubuh. Lemak yang beredar di dalam tubuh diperoleh dari dua sumber yaitu dari makanan dan hasil produksi organ hati, yang bisa disimpan di dalam sel-sel lemak sebagai cadangan energi.

Fungsi lemak adalah sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara suhu tubuh.

Secara ilmu gizi, lemak dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

  1. Lipid sederhana :
    • lemak netral (monogliserida, digliserida, trigliserida),
    • ester asam lemak dengan alkohol berberat molekul tinggi
  2. Lipid majemuk
    • fosfolipid
    • lipoprotein
  3. Lipid turunan
    • asam lemak
    • sterol (kolesterol, ergosterol,dsb)

Secara klinis, lemak yang penting adalah

  1. Kolesterol
  2. Trigliserida (lemak netral)
  3. Fosfolipid
  4. Asam Lemak

TRIGLISERIDA

Sebagian besar lemak dan minyak di alam terdiri atas 98-99% trigliserida. Trigliserida adalah suatu ester gliserol. Trigliserida terbentuk dari 3 asam lemak dan gliserol. Apabila terdapat satu asam lemak dalam ikatan dengan gliserol maka dinamakan monogliserida. Fungsi utama Trigliserida adalah sebagai zat energi. Lemak disimpan di dalam tubuh dalam bentuk trigliserida. Apabila sel membutuhkan energi, enzim lipase dalam sel lemak akan memecah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak serta melepasnya ke dalam pembuluh darah. Oleh sel-sel yang membutuhkan komponen-komponen tersebut kemudian dibakar dan menghasilkan energi, karbondioksida (CO2), dan air (H2O).

KOLESTEROL

Kolesterol adalah jenis lemak yang paling dikenal oleh masyarakat. Kolesterol merupakan komponen utama pada struktur selaput sel dan merupakan komponen utama sel otak dan saraf. Kolesterol merupakan bahan perantara untuk pembentukan sejumlah komponen penting seperti vitamin D (untuk membentuk & mempertahankan tulang yang sehat), hormon seks (contohnya Estrogen & Testosteron) dan asam empedu (untuk fungsi pencernaan ).

Kolesterol tubuh berasal dari hasil pembentukan di dalam tubuh (sekitar 500 mg/hari) dan dari makanan yang dimakan. Pembentukan kolesterol di dalam tubuh terutama terjadi di hati (50% total sintesis) dan sisanya di usus, kulit, dan semua jaringan yang mempunyai sel-sel berinti. Jenis-jenis makanan yang banyak mengandung kolesterol antara lain daging (sapi maupun unggas), ikan dan produk susu. Makanan yang berasal dari daging hewan biasanya banyak mengandung kolesterol, tetapi makanan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan tidak mengandung kolesterol.

LIPID PLASMA

Pada umumnya lemak tidak larut dalam air, yang berarti juga tidak larut dalam plasma darah. Agar lemak dapat diangkut ke dalam peredaran darah, maka lemak tersebut harus dibuat larut dengan cara mengikatkannya pada protein yang larut dalam air. Ikatan antara lemak (kolesterol, trigliserida, dan fosfolipid) dengan protein ini disebut Lipoprotein (dari kata Lipo=lemak, dan protein).

Lipoprotein bertugas mengangkut lemak dari tempat pembentukannya menuju tempat penggunaannya.

Ada beberapa jenis lipoprotein, antara lain:

  • Kilomikron
  • VLDL (Very Low Density Lipoprotein)
  • IDL (Intermediate Density Lipoprotein)
  • LDL (Low Density Lipoprotein)
  • HDL (High Density Lipoprotein)

Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara:

  • Mengurangi pembentukan lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk ke dalam darah
  • Meningkatkan atau menurunkan kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah

JALUR PENGANGKUTAN LEMAK DALAM DARAH

Lemak dalam darah diangkut dengan dua cara, yaitu melalui jalur eksogen dan jalur endogen

  1. Jalur eksogen
  2. Trigliserida & kolesterol yang berasal dari makanan dalam usus dikemas dalam bentuk partikel besar lipoprotein, yang disebut Kilomikron. Kilomikron ini akan membawanya ke dalam aliran darah. Kemudian trigliserid dalam kilomikron tadi mengalami penguraian oleh enzim lipoprotein lipase, sehingga terbentuk asam lemak bebas dan kilomikron remnan. Asam lemak bebas akan menembus jaringan lemak atau sel otot untuk diubah menjadi trigliserida kembali sebagai cadangan energi. Sedangkan kilomikron remnan akan dimetabolisme dalam hati sehingga menghasilkan kolesterol bebas.

    Sebagian kolesterol yang mencapai organ hati diubah menjadi asam empedu, yang akan dikeluarkan ke dalam usus, berfungsi seperti detergen & membantu proses penyerapan lemak dari makanan. Sebagian lagi dari kolesterol dikeluarkan melalui saluran empedu tanpa dimetabolisme menjadi asam empedu kemudian organ hati akan mendistribusikan kolesterol ke jaringan tubuh lainnya melalui jalur endogen. Pada akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil), dibuang dari aliran darah oleh hati.

    Kolesterol juga dapat diproduksi oleh hati dengan bantuan enzim yang disebut HMG Koenzim-A Reduktase, kemudian dikirimkan ke dalam aliran darah.

  3. Jalur endogen
  4. Pembentukan trigliserida dalam hati akan meningkat apabila makanan sehari-hari mengandung karbohidrat yang berlebihan.

    Hati mengubah karbohidrat menjadi asam lemak, kemudian membentuk trigliserida, trigliserida ini dibawa melalui aliran darah dalam bentuk Very Low Density Lipoprotein (VLDL). VLDL kemudian akan dimetabolisme oleh enzim lipoprotein lipase menjadi IDL (Intermediate Density Lipoprotein). Kemudian IDL melalui serangkaian proses akan berubah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein) yang kaya akan kolesterol. Kira-kira ¾ dari kolesterol total dalam plasma normal manusia mengandung partikel LDL. LDL ini bertugas menghantarkan kolesterol ke dalam tubuh.

    Kolesterol yang tidak diperlukan akan dilepaskan ke dalam darah, dimana pertama-tama akan berikatan dengan HDL (High Density Lipoprotein). HDL bertugas membuang kelebihan kolesterol dari dalam tubuh.

    Itulah sebab munculnya istilah LDL-Kolesterol disebut lemak “jahat” dan HDL-Kolesterol disebut lemak “baik”. Sehingga rasio keduanya harus seimbang.


    Gambar 1. Transport Lemak

    Kilomikron membawa lemak dari usus (berasal dari makanan) dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. VLDL membawa lemak dari hati dan mengirim trigliserid ke sel-sel tubuh. LDL yang berasal dari pemecahan IDL (sebelumnya berbentuk VLDL) merupakan pengirim kolesterol yang utama ke sel-sel tubuh. HDL membawa kelebihan kolesterol dari dalam sel untuk dibuang. (Sumber: Nutrition: Science and Applications, 2nd edition, edited by L. A. Smaolin & M. B. Grosvenor. Saunders College Publishing, 1997.)

KELAINAN LIPID

Diagnosa Kelainan Lipid

Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untuk mengukur kadar kolesterol LDL, HDL dan trigliserida, sebaiknya penderita berpuasa dulu minimal selama 12 jam.

Kadar Lemak Darah [3]

Pemeriksaan Laboratorium Kisaran yang Ideal (mg/dL darah)
Kolesterol total 120-200
Kilomikron negatif (setelah berpuasa selama 12 jam)
VLDL 1-30
LDL 60-160
HDL 35-65
Perbandingan LDL dengan HDL < 3,5
Trigliserida 10-160

Hiperlipidemia

Yang dimakud dengan Hiperlipidemia adalah suatu keadaan yang ditandai oleh peningkatan kadar lipid/lemak darah.

Berdasarkan jenisnya, hiperlipidemia dibagi menjadi 2, yaitu:

  • Hiperlipidemia Primer
  • Banyak disebabkan oleh karena kelainan genetik. Biasanya kelainan ini ditemukan pada waktu pemeriksaan laboratorium secara kebetulan. Pada umumnya tidak ada keluhan, kecuali pada keadaan yang agak berat tampak adanya xantoma (penumpukan lemak di bawah jaringan kulit).

  • Hiperlipidemia Sekunder
  • Pada jenis ini, peningkatan kadar lipid darah disebabkan oleh suatu penyakit tertentu, misalnya : diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Hiperlipidemia sekunder bersifat reversibel (berulang).

    Ada juga obat-obatan yang menyebabkan gangguan metabolisme lemak, seperti : Beta-blocker, diuretik, kontrasepsi oral (Estrogen, Gestagen).

KLASIFIKASI KLINIS HIPERLIPIDEMIA

(dalam hubungannya dengan Penyakit Jantung Koroner)

  • Hiperkolesterolemia yaitu : kadar kolesterol meningkat dalam darah .
  • Hipertrigliseridemia yaitu : kadar trigliserida meningkat dalam darah.
  • Hiperlipidemia campuran yaitu : kadar kolesterol dan trigliserida meningkat dalam darah.

Penyebab hiperlipidemia

  • Penyebab primer, yaitu faktor keturunan (genetik)
  • Penyebab sekunder, seperti:
    1. Usia
    2. Kadar lipoprotein, terutama kolesterol ldl, meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.
    3. Jenis kelamin
    4. Dalam keadaan normal, pria memiliki kadar yang lebih tinggi, tetapi setelah menopause kadarnya pada wanita mulai meningkat.
    5. Riwayat keluarga dengan hiperlipidemia
    6. Obesitas / kegemukan
    7. Menu makanan yang mengandung asam lemak jenuh seperti mentega, margarin, whole milk, es krim, keju, daging berlemak.
    8. Kurang melakukan olah raga
    9. Penggunaan alkohol
    10. Merokok
    11. Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
    12. Gagal ginjal
    13. Kelenjar tiroid yang kurang aktif.
    14. Obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu metabolisme lemak seperti estrogen, pil kb, kortikosteroid, diuretik tiazid (pada keadaan tertentu)

Sebagian besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total bersifat sementara dan tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari makan lemak. Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda. Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, sedangkan yang lainnya menjalani diet rendah lemak yang ketat dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total dibawah 260 mg/dl. Perbedaan ini tampaknya bersifat genetik dan secara luas berhubungan dengan perbedaan kecepatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari aliran darah.

Gejala

Biasanya kadar lemak yang tinggi tidak menimbulkan gejala. Kadang-kadang, jika kadarnya sangat tinggi, endapan lemak akan membentuk suatu penumpukan lemak yang disebut xantoma di dalam tendo (urat daging) dan di dalam kulit.

Kadar trigliserida yang sangat tinggi (sampai 800 mg/dl atau lebih) bisa menyebabkan pembesaran hati dan limpa dan gejala-gejala dari pankreatitis (misalnya nyeri perut yang hebat).

Resiko

Hiperlipidemia dapat meningkatkan resiko terkena aterosklerosis, penyakit jantung koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus, gangguan tiroid, penyakit hepar & penyakit ginjal. Yang paling sering adalah resiko terkena penyakit jantung.

Tidak semua kolesterol meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung. Kolesterol yang dibawa oleh LDL (disebut juga kolesterol jahat) menyebabkan meningkatnya resiko; kolesterol yang dibawa oleh HDL (disebut juga kolesterol baik) menyebabkan menurunnya resiko dan menguntungkan. Lalu, apakah kadar trigliserida yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung atau stroke, masih belum jelas. Kadar trigliserida darah diatas 250 mg/dl dianggap abnormal, tetapi kadar yang tinggi ini tidak selalu meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis maupun penyakit jantung koroner. Kadar trigliserid yang sangat tinggi (sampai lebih dari 800 mg/dl) bisa menyebabkan pankreatitis (gangguan pada organ pankreas).

Patofisiologi Terjadinya Penyakit Jantung Koroner

Tubuh sendiri memproduksi kolesterol sesuai kebutuhan melalui hati. Bila terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol, maka kadar kolesterol dalam darah bisa berlebih (disebut hiperkolesterolemia). Kelebihan kadar kolesterol dalam darah akan disimpan di dalam lapisan dinding pembuluh darah arteri, yang disebut sebagai plak atau ateroma (sumber utama plak berasal dari LDL-Kolesterol. Sedangkan HDL membawa kembali kelebihan kolesterol ke dalam hati, sehingga mengurangi penumpukan kolesterol di dalam dinding pembuluh darah). Ateroma berisi bahan lembut seperti keju, mengandung sejumlah bahan lemak, terutama kolesterol, sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat.

Apabila makin lama plak yang terbentuk makin banyak, akan terjadi suatu penebalan pada dinding pembuluh darah arteri, sehingga terjadi penyempitan pembuluh darah arteri. Kejadian ini disebut sebagai aterosklerosisarteriosklerosis (penebalan pada dinding arteri & hilangnya kelenturan dinding arteri). Bila ateroma yang terbentuk semakin tebal, dapat merobek lapisan dinding arteri dan terjadi bekuan darah (trombus) yang dapat menyumbat aliran darah dalam arteri tersebut. (terdapatnya aterom pada dinding arteri, berisi kolesterol dan zat lemak lainnya). Hal ini menyebabkan terjadinya


Gambar 2a. Potongan melintang Arteri


Gambar 2b. Potongan melintang Arteri yang diperbesar


Gambar 3. Otot jantung yang mati akibatpenyumbatan arteri koronaria (Infark Miokard)

Hal ini yang dapat menyebabkan berkurangnya aliran darah serta suplai zat-zat penting seperti oksigen ke daerah atau organ tertentu seperti jantung. Bila mengenai arteri koronaria yang berfungsi mensuplai darah ke otot jantungmiokardium), maka suplai darah jadi berkurang dan menyebabkan kematian di daerah tersebut (disebut sebagai infark miokard). (istilah medisnya

Konsekuensinya adalah terjadinya serangan jantung dan menyebabkan timbulnya gejala berupa nyeri dada yang hebat (dikenal sebagai angina pectoris). Keadaan ini yang disebut sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK).

Introduction and WELCOME !!

Selamat datang di blog kami! Kami terdiri dari 3 serangkai yang bersekolah di sekolah  Dian Harapan angkatan 2008. Nama kami masing-masing, Ruth Mellissa Gouw, Indra Ivander, dan Karel Pramadiputra dari XI IPA.

Kami diberi tugas oleh guru biologi kami untuk membuat blog dan kami mendapat topik tentang sistem pencernaan makanan. Tapi lebih tepatnya, di sini kami ingin menjelaskan lebih dalam lagi dalam segi makanannya bukan sistem pencernaannya…

Kami berharap blog kami ini dapat membantu kalian semua sebagai pembaca. Jangan lupa komentar, saran atau apapun ya! Btw, ini blog kami yang pertama, jadi mohon maaf apabila ada kesalahan dan kekurangan. Thanks for visiting…:)

We need food!

Setiap orang pasti butuh makanan. Satu hari, 1 orang bisa makan hingga 3x. Pada umumnya makan pagi, makan siang, dan makan malam ato dalam bahasa inggris nya breakfast, lunch, dan dinner. Mengapa makanan sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup di bumi? Bahkan, tanaman pun butuh makanan ga cuma manusia dan hewan.

Terkadang kita hanya makan apapun yang kita lihat dan kita anggap enak. Sebenernya, apa sih makanan yang sehat itu? Makanan yang sehat itu kalo secara singkatnya kita bilang mengandung 4 sehat 5 sempurna. Kalo dari kecil kita diajarin, 4 sehat 5 sempurna itu terdiri dari nasi, daging, sayur, buah, dan susu. Lebih dalam lagi, makanan yang sehat itu terdiri dari zat-zat yang diperlukan oleh tubuh. Zat-zat yang diperlukan oleh tubuh itu di antaranya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Nah, semua zat-zat ini dinamakan gizi. Karbohidrat, protein, lemak, dan vitamin merupakan senyawa organik karena semua mengandung elemen karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O).  Adapun vitamin dan air merupakan senyawa anorganik.